LDNU SUMBERBARU MENYAPA MUSLIMAT
Atas arahan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Sumberbaru Konsolidasi LDNU dengan PAC Muslimat Sumberbaru telah terjalin cukup lama, bahkan sejak awal Lembaga Dakwah tersebut dikukuhkan. Ada banyak kegiatan yang telah terlaksana; kegiatan sosial, ubudiyah, pelatihan tajhiz al mayit, kajian seputar haid dan lain sebagainya.
Hari ini, Ahad 26 Desember 2021, LDNU kembali menyapa Muslimat.
Ust. Musleh, M.Pd selaku koordinator Divisi Dakwah dibarengi Ust, Achmad Suyono, S.Pd perwakilan dari Divisi Sosial, memberikan taushiyah pada acara anjangsana yang rutin dilaksanakan setiap bulan oleh segenap pengurus Anak Cabang Muslimat NU kecamatan Sumberbaru.
''Konsolidasi LDNU-Muslimat akan terus kami tingkatkan. Terlebih ketika kami mengetahui ada beberapa praktik fikih yang bersifat krusial namun alpa dari perhatian sebagian besar kalangan muslimat, baik yang berhubungan dengan haid, tajhiz mayit dan lain sebagainya. Itulah sebabnya kenapa kami intens ngisi muslimat (mengisi acara pengajian muslimat, red.)''. Demikian penjelasan Ust. Musleh.
Ada pemandangan yang unik dalam acara kali ini. Tema yang diangkat adalah 'memperingati hari ibu' namun diisi dengan santunan terhadap anak yatim. Terlihat sedikit kontras. Ketika hal ini ditanyakan kepada Ny. Hj. Nurul Widat selaku tuan rumah yang sekaligus ketua PAC Muslimat Sumberbaru, dengan cerdas beliau menjawab : '' (acara) ini menunjukkan betapa seorang ibu sangat menyayangi sosok seorang anak, apa lagi anak yatim''.
Dalam acara tersebut, Ust. Musleh menyampaikan pentingnya birrul walidain terkhusus kepada sosok ibu, yang disebut tiga kali dalam sabda Rasulullah saw ketika seorang sahabat bertanya kepada beliau berkenaan dengan khoirus shuhbah, yang diterjemahkan oleh Ust. Musleh sebagai sebaik-baiknya pengabdian yang harus dilakukan seorang anak kepada kedua orang tuanya.
Ada banyak riwayat dan kisah penuh ibrah yang disampaikan, yang menjadi bukti akan begitu pentingnya bakti kepada kedua orang tua khususnya kepada ibu. Peran ibu begitu urgen dalam keluarga dan keberlangsungan masa depan anak - anaknya, ungkapan para ulama :''Doa seorang Ibu lebih dasyat daripada doanya 70 wali kutub"
Dari uraian panjang taushiyah yang disampaikan " Seorang anak dikatakan berbakti dengan melakukan 3 (Tiga) perkara, 1. Mendahulukan keridhoan Orang tua dari yang lainnya. 2. Taat kepada orang tua. 3. Berbuat baik sebelum orang tua meminta
Acara ini diakhiri dengan pembagian paket santunan anak yatim secara simbolis oleh Ny. Hj. Nurul Widat yang diterima dengan haru dan bangga.
Kontributor : Sayono
Editor : Helsum
Comments
Post a Comment