LDNU Sumberbaru: Cara Menghadapi Orang Yang Baru Saja Meninggal dunia


Sedikitnya 50 jamaah Majelis Dzikir Muslimat Yosorati, Sumberbaru mengikuti pendalaman cara menghadapi orang yang baru saja meninggal dunia di kediaman Ust. Amar Masturah, M.Pd



Kegiatan ini penting dilakukan, agar warga NU memiliki keterampilan yang cukup tentang perawatan jenazah mulai sampai selesai, meski sudah ada petugas dari desa atau kelurahan. "Ini pengetahuan penting bagi warga nahdliyin, selain untuk kaderisasi, pelatihan ini dirasa perlu dilakukan dan nantinya akan dilakukan secara bergilir ke Jam'iyah – jam'iyah yang lain," ujar Koordidator Divisi dakwah LDNU Sumberbaru, Ust. Helsum, M.Pd Selasa (28/12).

Dijelaskan, kegiatan ini bekerja sama dengan PAC Muslimat Sumberbaru dengan narasumber yang sudah ada di jadwal oleh Pengurus LDNU, yang pada pelatihan kali narasumbernya Ketua LDNU Sumberbaru, Ust. Muzakkir, M.Pd.



Dalam acara ini dijelaskan 4 perlakuan kepada orang yang baru saja meninggal dunia  papar Ust. Muzakkir, M.Pd menagawali tausiyahnya

Demikianlah, kematian memang bagian dari rahasia Allah yang datang secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Ia bisa saja menjumpai mereka yang tua dan yang muda, yang sehat dan yang sakit. Tidak jarang seorang pasien yang divonis dokter umurnya tak akan panjang pada kenyataannya ia masih bisa hidup dengan sehat hingga berpuluh tahun lamanya. Sebaliknya tidak sedikit orang yang benar-benar sehat tanpa penyakit seringan apapun tiba-tiba dikabarkan meningal dunia dengan sebab yang sepele, tak disangka-sangka.

Lalu bagaimana bila secara kebetulan ketika ada orang yang meninggal dunia kita sedang ada di sisinya. Apa yang mesti dilakukan terhadap orang yang baru saja mengembuskan nafas terakhirnya?

Menurut Ust. Muzakkir, ada 4 (empat) hal yang mesti dilakukan ketika mendapati seseorang baru saja meninggal dunia. Keempat hal itu adalah:

Pertama, memejamkan kedua matanya dan mengikat dagunya dengan serban atau sejenisnya agar mulutnya tidak membuka terus. Mata orang yang meninggal kadang terbuka karena ketika ruh dicabut dan keluar dari jasad pandangannya tertuju pada keluarnya ruh tersebut.

berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim:

 دَخَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ شَقَّ بَصَرُهُ، فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ Artinya: “Rasulullah masuk menemui Abu Salamah (yang baru meninggal, pen.) dalam keadaan matanya terbelalak, maka beliau memejamkannya, kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya ruh itu bila dicabut maka pandangan mata akan mengikutinya.”

Kedua, melemaskan persendian-persendiannya dan mengembalikannya ke tempat masing-masing. Melemaskan lengan bawah dengan menekuk dan menjulurkannya ke lengan atas. Demikian pula dengan kedua kakinya.

Ketiga, meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak mengembung sehingga tidak enak dipandang, sebagaimana disunahkan menutup semua badan dengan menggunakan kain yang tipis.

Keempat, disunahkan melepas semua pakaian yang dikenakan dan meletakkan si mayit di atas ranjang atau tempat lainnya yang lebih tinggi dari tanah. Juga disunahkan menghadapkannya ke arah kiblat seperti pada waktu sekarat. Akan lebih baik bila yang melakukan hal itu adalah orang yang paling mengasihinya dari keluarga yang bermahram dengannya.

Kontributor    : Masturah
Editor            : Helsum



Comments

  1. untuk kegiatan yang di atas masih belum membahas tentang Pelatihan Perawatan Jenazah, tapi masih penjelasan pra perawatan jenazah. jadi kalau bisa ada masukan untuk editor supaya direvisi lagi kaitan dengan postingan blog ini.
    1. foto awal diganti dengan foto muslimat setempat
    2. materinya bisa minta kepada ustadz Mudakkir, M.Pd.
    3. Perataan Teks dibuat rata Kiri - Kanan

    mungkin sementara ini dulu masukan dari saya.

    ReplyDelete

Post a Comment